Kamis, 18 Oktober 2012

ANALISIS JURNAL PB. AYU MULYA

Nama Kelompok6 : 
  • Fanny Octania Zuari (22211687)
  • Mailany (24211255)
  • Dewi Lestari (21211959) 
Kelas : SMAK-05 
TEORI EKONOMI 1
ANALISIS JURNAL
PB. AYU MULYA
Tema
Keunggulan kompetitif bagi suatu organisasi

Pengarang
  1. ·         Wang Wen Chen (2010)
  2. ·         Lin Chien Hung (2010)
  3. ·         Chu Ying Chien (2010)
Judul
Analisis Tipe Keunggulan Kompetitif
Latar Belakang
Penulis ingin menganalisa keunggulan kompetitif bagi sebuah organisasi agar mampu bersaing pada pasar.
Metodologi
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian historis yaitu metode yang lebih tergantung pada data yang telah diobservasi dengan menggunakan sumber data sekunder. Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan data tersebut.

Variabel
Dalam menganalisis suatu keunggulan kompetitif organisasi, variabel yang diambil berupa organisasi – organisasi sejenis yang bersaing dalam suatu pasar.
Masalah
  • Apa yang dimaksud dengan keunggulan kompetitif?
Pembahasan
Dalam suatu persaingan pada pasar, suatu organisasi harus mempunyai keunggulan kompetitif yaitu kemampuan suatu organisasi untuk memberikan manfaat yang sama atau bahkan lebih atas suatu produk dengan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan para pesaing lainnya.
Porter (1995) menyatakan bahwa tenaga kerja dan sumber daya alam tidak terlalu diperlukan bagi perekonomian yang baik, melainkan, keunggulan kompetitif ini dititik beratkan pada kepuasan konsumen dalam menerima produk bernilai tinggi, namun organisasi tersebut tetap mendapat keuntungan yang tinggi.
Barney (1991) menyatakan bahwa keunggulan kompetitif terjadi ketika sumber daya alam berada dalam keadaan langka dan bernilai diwaktu yang bersamaan, sulit diperbaharui dan digantikan dengan sumber daya lain namun organisasi tersebut tetap mampu untuk memproduksi barang yang mampu mengungguli kemampuan produk pesaingnya.
Hasil dan Kesimpulan
Dalam menciptakan keunggulan kompetitif antar pesaing pada pasar, sebuah organisasi dituntut untuk selalu mengembangkan inovasi pada setiap barang yang mereka produksi. Barang tersebut diproduksi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan memuaskan konsumen. Disamping memuaskan konsumen, produksi tersebut diharapkan juga dapat menciptakan keuntungan bagi produsen atau organisasi tersebut. Keunggulan Kompetitif juga bergantung pada sumber daya yang baik dan memadai untuk memproduksi barang tersebut.

Rabu, 17 Oktober 2012

journal permintaan dan penawaran (TE1)

Nama Kelompok 6: 

  • Fanny Octania Zuari (22211687)
  • Mailany (24211255)
  • Dewi Lestari (21211959)

Kelas : SMAK-05
TEORI EKONOMI 1

Latar Belakang

Perkembangan tekhnologi dan pasar menyebabkan berbagai permintaan dan penawaran terhadap barang maupun jasa menjadi tidak signifikan. Hal ini dilandasi karena munculnya berbagai jenis barang dan jasa yang mempunyai manfaat dan tujuan yang sama. Produsen pun dituntut untuk selalu mengeluarkan inovasi dan mempelajari cara bagaimana produksi mereka dapat bertahan dipasar sehingga permintaan dan quantitas terhadap suatu barang tetap atau bahkan meningkat. Titik keseimbangan pasar terjadi Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.

Metodologi

Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian historis yaitu metode yang lebih tergantung pada data yang telah diobservasi dengan menggunakan sumber data sekunder. Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan data tersebut.

Variabel

Dalam menganalisis permintaan dan penawaran yang terjadi dipasar, maka variabel yang diambil adalah permintaan dan penawaran pada sektor industri khususnya pada perusahaan yang memproduksi baju.

Rumusan Masalah

·        Bagaimanakah cara mempertahankan quantitas suatu permintaan dan penawaran pada suatu produksi?
·        Bagaimanakah keadaan pasar terutama dalam sektor permintaan dan penawaran, yang diakibatkan karena perkembangan tekhnologi sehingga munculah berbagai macam ragam barang yang diproduksi tersebut?

Pembahasan

Dengan meningkatnya pemintaan akan suatu kebutuhan, maka produsen berlomba-lomba untuk menciptakan suatu inovasi dengan hasil produksi yang mempunyai manfaat dan tujuan yang sama. Untuk itu produsen dituntut untuk bagaimana bisa mempertahankan pemintaan terhadap suatu barang yang mereka produksi, agar produksi mereka tidak kalah dan bisa bersaing dipasar. Berbagai macam strategipun dikeluarkan untuk dapat menarik perhatian konsumen. Mulai dari memberikan discount atau potongan harga terhadap konsumen, memberikan bonus atau free barang kepada konsumen yang membeli dalam jumlah banyak, menurunkan harga barang, memasang iklan pada media, terjun langsung melakukan promo didalam masyarakat, menggunakan perantara untuk mendistribusikan produk. Bebagai barang dan jasa yang ditawarkan pada pasar dengan berbagai macam ragam juga berdampak pada konsumen. Konsumen akan bingung untuk memilih barang dan jasa mana yang akan mereka pilih untuk dikonsumsi. Contohnya pada produk ZARA yang mempoduksi baju dan celana. Dengan menjamurnya produk-produk yang menjual dan menghasilkan produksi yang sama, maka ZARA melakukan stategi buy 1 get 1 free, discount up to 90%, atau bahkan memberikan hadiah untuk transaksi yang ditetapkan. Dengan begitu konsumen produk tersebut tidak akan pindah ke toko lain yang menjual dan mempoduksi produk yang sama.

Hasil dan Kesimpulan

Jika permintaan tehadap suatu produk turun, maka produsen akan meningkatkan penawaran barang yang diproduksinya kepada konsumen dan menurunkan harga, agar  terciptanya target quantitas yang diharapkan dalam hal ini berarti tetap atau lebih. Contohnya produsen baju, ketika banyaknya produsen baju yang menjamur di pasar, mereka yang tidak ingin kehilangan pelanggan atau konsumen diharuskan untuk lebih inovasi dan mengembangkan ide-ide pikiran untuk membuat produksi yang sejenis, terlihat berbeda dari yang lain. Selain itu produsen juga diharuskan untuk bisa mengatur dan mengambil langkah dalam strategi. Contohnya seperti strategi pemasaran dan penjualan agar produk yang dihasilkan bisa tetap bersaing dipasar.



Jumat, 12 Oktober 2012

TEORI EKONOMI 1


Teori Ekonomi 1

Nama : Dewi Lestari
NPM : 21211959
KELAS : SMAK-05
KELOMPOK 6

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Inferior Good (Barang Inferior)?
Inferior Goods (Barang Inferior) adalah barang yang sangat rendah mutunya dan digunakan oleh golongan miskin atau yang pendapatannya sangat rendah. Semakin kayanya seseorang, semakin sedikit barang inferior yang dibeli dan dikonsumsinya. barang yang jumlah permintaannya akan turun seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat Salah satu contoh barang inferior adalah sandal jepit. Ketika tingkat pendapatan masyarakat rendah, tingkat permintaan terhadap barang tersebut akan tinggi. Namun ketika tingkat pendapat masyarakat meningkat, permintaan atas barang tersebut akan turun karena masyarakat meninggalkannya dan memilih untuk membeli sandal lain yang lebih berkualitas meskipun dengan harga yang lebih mahal.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Subtitutes Good (Barang Pengganti)
Substitutes Good (Barang Pengganti) adalah barang yang dapat menggantikan atau digantikan barang lain apabila barang penggantinya sukar diperoleh atau harganya meningkat.  Suatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila dia dapat menggantikan fungsi barang lain tersebut. Kopi dan the adalah barang yang dapat saling menggantikan fungsinya. Seorang yang suka minum teh selalu dapat menerima minuman kopi apabila the tidak ada. Sebaliknya, seorang peminum kopi tidak akan menolak meminum teh apabila kopi tidak ada. Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan. Dengan demikian apabila harga kopi turun maka permintaan terhadap the akan berkurang. Sebaliknya, apabila harga kopi naik maka permintaan terhadap teh akan meningkat.

6. Jelaskan faktor faktor ceteris paribus terhadap kurva penawaran
·         Price of Relevant Resources (Harga barang yang terkait)
Barang-barang ada yang saling bersaing (barang-barang pengganti) satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang-barang seperti itu dapat menimbulkan pengaruh yang penting kepada penawaran suatu barang.  Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjualan akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti.

·         Technology (Teknologi)
Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi ongkos produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan dua akibat, yaitu: (i) produksi dapat ditambah dengan lebih cepat, dan (ii) ongkos produksi semakin murah, dan dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi. Sehingga barang yang ditawarkan lebih banyak.

·         Number of Sellers (Banyaknya penjual)
Ketika semakin banyak penjual yang memproduksi barang tersebut dengan mutu yang hampir sama, maka semakin banyak pula barang yang dapat dihasilkan dan di tawarkan kepada konsumen dengan harga yang sama.

·         Expectation of Future Price (Ekspektasi Harga Dimasa Depan)
Karena memiliki ekspektasi harga dimasa datang, saat ini produsen membuat banyak persediaan barang, untuk meminimalkan kemungkinan perubahan harga dimasa depan, dan meminimalkan ongkos produksi dimasa depan, sehingga ongkos produksi dimasa depan dapat ditekan dan barang yang ditawarkan pun banyak.

·         Taxes (Pajak)
Semakin besarnya pajak yang ditetapkan pemerintah memberatkan produsen, karena meningkatkan ongkos produksi, sehingga produk yang dapat dihasilkan sedikit dan produk yang ditawarkan pun berkurang.

·         Subsidies (Subsidi)
Ketika pemerintah memberikan subsidi kepada bahan-bahan produksi, ini dapat mempermurah ongkos produksi, sehingga produsen dapat memperbanyak produksi dan baramng byang ditawarkan pun akan bertambah.

8. Apakah pengaruh Taxes dan Subsidies terhadap Inflasi dan Kebijakan Ekonomi?

Terhadap Inflasi
Taxes (Pajak)
Kebijakan penetapan pajak dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengenakan
pajak yang berbeda-beda untuk berbagai komoditas. Misalnya untuk melindungi
produsen dalam negeri, pemerintah dapat meningkatkan tarif pajak yang tinggi 
untuk barang impor. Hal tersebut menyebabkan konsumen membeli produk 
dalam dalam negeri yang harganya relatif lebih murah.
Subsidies (Subsidi)
Pemerintah dapat melakukan intervensi atau campur tangan dalam pembentukan 
harga pasar yaitu melalui pemberian subsidi. Subsidi biasanya diberikan 
pemerintah kepada perusahaan-perusahaan penghasil barang kebutuhan pokok. 
Subsidi juga diberikan kepada perusahaan yang baru berkembang untuk 
menekan biaya produksi supaya mampu bersaing terhadap produk-produk impor. 
Kebijakan ini ditempuh pemerintah dalam upaya pengendalian harga untuk 
melindungi produsen maupun konsumen sekaligus untuk menekan laju inflasi. 

Terhadap kebijakan ekonomi 
Kebijakan Fiskal 
Kebijakan fiskal berhubungan erat dengan kegiatan pemerintah sebagai pelaku 
sektor publik. Kebijakan fiskal dalam penerimaan pemerintah dianggap sebagai 
suatu cara untuk mengatur mobilisasi dana domestik, dengan instrumen utamanya 
perpajakan. Dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, kebijakan moneter 
dan kebijakan luar negeri belum berjalan seperti yang diharapkan. Dengan 
demikian, peranan kebijakan fiskal dalam bidang perekonomian menjadi semakin 
penting. 
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk 
mengendalikan atau mengarahkan perekonomian pada saat kondisi yang lebih 
baik. Caranya yaitu mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah. 
Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pajak (T) dan pengeluaran pemerintah 
(G). Kebijakan fiskal pemerintah dapat bersifat ekspansif maupun kontraktif. 
Kebijakan yang bersifat ekspansif dilakukan pada saat perekonomian sedang 
menghadapi masalah pengangguran yang tinggi. Tindakan yang dilakukan 
pemerintah adalah dengan memperbesar pengeluaran pemerintah (misalnya 
menambah subsidi kepada rakyat kecil) atau mengurangi tingkat pajak. Adapun 
kebijakan fiskal kontraktif adalah bentuk kebijakan fiskal yang dilakukan pada 
saat perekonomian mencapai kesempatan kerja penuh atau menghadapi inflasi. 
Tindakan yang dilakukan adalah mengurangi pengeluaran pemerintah atau 
memperbesar tingkat pajak.

Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan ekonomi yang digunakan Bank Indonesia 
sebagai otoritas moneter, untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian 
pada kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan mengatur jumlah uang yang 
beredar (JUB) dan tingkat suku bunga. 

10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Surplus Produsen? 
Surplus Produsen 


Surplus Produsen adalah ukuran keuntungan yang diperoleh produsen karena 
mereka beroperasi pada pasar komoditas. Keuntungan tersebut diperoleh 
mereka karena harga yang terbentuk di pasar melebihi harga yang mereka 
tawarkan pada tingkat penjualan tertentu. 
Penjelasan tentang surplus produsen dapat ditinjau dari sudut pandang yang 
sama dengan surplus konsumen, yaitu pada kondisi dimana jumlah yang 
ditawarkan masih sedikit mereka bersedia menawarkan sejumlah barang dengan 
harga yang lebih rendah daripada harga keseimbangan pasar. Kondisi tersebut 
akan berakhir ketika keseimbangan muncul.

Rabu, 20 Juni 2012


LAPORAN AKHIR
PRAKTIKUM INTERNET DASAR





Nama/NPM            : DEWI LESTARI / 21211959
Kelas                      : 1EB05
Tanggal Praktikum : 15 JUNI 2012
Materi Praktikum   : S.E & BLOG
Tutor                       : FAUZI 




LABORATORIUM INTERNET DASAR
UNIVERSITAS GUNADARMA
2012



"HUBUNGAN ANTARA SEARCH ENGINE DENGAN AKUATANSI"


SEARCH ENGINE
Dalam dunia website/weblog sekarang ini, khususnya bagi para publisher dan blogger diperlukan pengetahuan tentang Search Engine Optimization, website/weblog yang telah sobat buat tugas selanjutnya adalah mendaftarkan website/weblog sobat ke mesin pencari Google atau yang lainnya. Sebelum mendaftarkan website/weblog yang telah dibuat; sekarang yang menjadi pertanyaan apa itu search engine optimization, cara kerja dan fungsi suatu search engine.

1.    Pengertian Search Engine
Mesin pencari web atau yang lebih dikenal dengan istilah web search engine merupakan program komputer yang dirancang untuk mencari informasi yang tersedia didalam dunia maya. Berbeda halnya dengan direktori web (seperti dmoz.org) yang dikerjakan oleh manusia untuk mengelompokkan suatu halaman informasi berdasarkan kriteria yang ada, web search engine mengumpulkan informasi yang tersedia secara otomatis.
  1. Cara Kerja Search Engine
    Mesin pencari web bekerja dengan cara menyimpan hampir semua informasi halaman web, yang diambil langsung dari www. Halaman-halaman ini diambil secara otomatis. Isi setiap halaman lalu dianalisis untuk menentukan cara mengindeksnya (misalnya, kata-kata diambil dari judul, subjudul, atau field khusus yang disebut meta tag). Data
    tentang halaman web disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya. Sebagian mesin pencari, seperti Google, menyimpan seluruh atau sebagian halaman sumber (yang disebut cache) maupun informasi tentang halaman web itu sendiri.

    Ketika seorang pengguna mengunjungi mesin pencari dan memasukkan query, biasanya dengan memasukkan kata kunci, mesin mencari indeks dan memberikan daftar halaman web yang paling sesuai dengan kriterianya, biasanya disertai ringkasan singkat mengenai judul dokumen dan terkadang sebagian teksnya.

    Mesin pencari lain yang menggunakan proses real-time, seperti Orase, tidak menggunakan indeks dalam cara kerjanya. Informasi yang diperlukan mesin tersebut hanya dikumpulkan jika ada pencarian baru. Jika dibandingkan dengan sistem berbasis indeks yang digunakan mesin-mesin seperti Google, sistem real-time ini unggul dalam beberapa hal seperti informasi selalu mutakhir, (hampir) tak ada broken link, dan lebih sedikit sumberdaya sistem yang diperlukan (Google menggunakan hampir 100.000 komputer, Orase hanya satu.). Tetapi, ada juga kelemahannya yaitu pencarian lebih lama rampungnya.
  2. Komponen utama dalam Search Engine
    Sebuah search engine memiliki beberapa komponen agar dapat menyediakan layanan utamanya sebagai sebuah mesin pencari informasi. Komponen tersebut antara lain
o   Web Crawler

Web crawler atau yang dikenal juga dengan istilah web spider bertugas untuk mengumpulkan semua informasi yang ada di dalam halaman web. Web crawler bekerja secara otomatis dengan cara memberikan sejumlah alamat website untuk dikunjungi serta menyimpan semua informasi yang terkandung didalamnya. Setiap kali web crawler mengunjungi sebuah website, maka dia akan mendata semua link yang ada dihalaman yang dikunjunginya itu untuk kemudian di kunjungi lagi satu persatu.

Proses web crawler dalam mengunjungi setiap dokumen web disebut dengan web crawling atau spidering. Beberapa websites, khususnya yang berhubungan dengan pencarian menggunakan proses spidering untuk memperbaharui data data mereka. Web crawler biasa digunakan untuk membuat salinan secara sebhagian atau keseluruhan halaman web yang telah dikunjunginya agar dapat dip roses lebih lanjut oleh system pengindexan. Crawler dapat juga digunakan untuk proses pemeliharaan sebuah website, seperti memvalidasi kode html sebuah web, dan crawler juga digunakan untuk memperoleh data yang khusus seperti mengumpulkan alamat e-mail.

Web crawler termasuk kedalam bagian software agent atau yang lebih dikenal dengan istilah program bot. Secara umum crawler memulai prosesnya dengan memberikan daftar sejumlah alamat website untuk dikunjungi, disebut sebagai seeds. Setiap kali sebuah halaman web dikunjungi, crawler akan mencari alamat yang lain yang terdapat didalamnya dan menambahkan kedalam daftar seeds sebelumnya.

Dalam melakukan prosesnya, web crawler juga mempunyai beberapa persoalan yang harus mampu di atasinya. Permasalahan tersebut mencakup :

      • Halaman mana yang harus dikunjungi terlebih dahulu.
      • Aturan dalam proses mengunjungi kembali sebuah halaman.
      • Performansi, mencakup banyaknya halaman yang harus dikunjungi.
      • Aturan dalam setiap kunjungan agar server yang dikunjungi tidak kelebihan beban.
      • Kegagalan, mencakup tidak tersedianya halaman yang dikunjungi, server down, timeout, maupun jebakan yang sengaja dibuat oleh webmaster.
      • Seberapa jauh kedalaman sebuah website yang akan dikunjungi.
      • Hal yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan web crawler untuk mengikuti
        perkembangan teknologi web, dimana setiap kali teknologi baru muncul, web crawler harus dapat menyesuaikan diri agar dapat mengunjungi halaman web yang menggunakan teknologi baru tersebut.

        Proses sebuah web crawler untuk mendata link – link yang terdapat didalam sebuah halaman web menggunakan pendekatan regular expression. Crawler akan menelurusi setiap karakter yang ada untuk menemukan hyperlink tag html (<a>). Setiap hyperlink tag yang ditemukan diperiksa lebih lanjut apakah tag tersebut mengandung atribut nofollow rel, jika tidak ada maka diambil nilai yang terdapat didalam attribute href yang merupakan sebuah link baru. 
    • Indexing system

Indexing system bertugas untuk menganalisa halaman web yang telah tersimpan sebelumnya dengan cara mengindeks setiap kemungkinan term yang terdapat di dalamnnya. Data term yang ditemukan disimpan dalam sebuah database indeks untuk digunakan dalam pencarian selanjutnya.

Indexing system mengumpulkan, memilah dan menyimpan data untuk memberikan kemudahan dalam pengaksesan informasi secara tepat dan akurat. Proses pengolahan halaman web agar dapat digunakan untuk proses pencarian berikutnya dinakamakan web indexing. Dalam implementasinya index system dirancang dari penggabungan beberapa cabang ilmu antara lain ilmu bahasa, psikologi, matematika, informatika, fisika, dan ilmu komputer.

Tujuan dari penyimpanan data berupa indeks adalah untuk performansi dan kecepatan dalam menemukan informasi yang relevan berdasarkan inputan user. Tanpa adanya indeks, search engine harus melakukan scan terhadap setiap dokumen yang ada didalam database. Hal ini tentu saja akan membutuhkan proses sumber daya yang sangat besar dalam proses komputasi. Sebagai contoh, indeks dari 10.000 dokumen dapat diproses dalam waktu beberapa detik saja, sedangkan penulusuran secara berurutan setiap kata yang terdapat di dalam 10.000 dokumen akan membutuhkan waktu yang berjam lamanya. Tempat tambahan mungkin akan dibutuhkan di dalam computer untuk penyimpanan indeks, tapi hal ini akan terbayar dengan penghematan waktu pada saat pemrosesan pencarian dokumen yang dibutuhkan.
    • Search system

Search system inilah yang berhubungan langsung dengan pengguna, meyediakan hasil pencarian informasi yang diinginkan. Ketika seorang pengguna mengunjungi mesin pencari dan memasukkan kata pencarian biasanya dengan beberapa kata kunci, search system akan mencari data dari indeks database, data yang cocok kemudian akan ditampilkan, biasanya disertai ringkasan singkat mengenai judul dokumen dan terkadang sebagian teksnya.

PENGERTIAN AKUNTANSI

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan. Secara luas, akuntansi juga dikenal sebagai "bahasa bisnis".[1] Akuntansi bertujuan untuk menyiapkan suatu laporan keuangan yang akurat agar dapat dimanfaatkan oleh para manajer, pengambil kebijakan, dan pihak berkepentingan lainnya, seperti pemegang saham, kreditur, atau pemilik. Pencatatan harian yang terlibat dalam proses ini dikenal dengan istilah pembukuan. Akuntansi keuangan adalah suatu cabang dari akuntansi dimana informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, dan dikomunikasikan. Auditing, satu disiplin ilmu yang terkait tapi tetap terpisah dari akuntansi, adalah suatu proses dimana pemeriksa independen memeriksa laporan keuangan suatu organisasi untuk memberikan suatu pendapat atau opini - yang masuk akal tapi tak dijamin sepenuhnya - mengenai kewajaran dan kesesuaiannya dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Praktisi akuntansi dikenal sebagai akuntan. Akuntan bersertifikat resmi memiliki gelar tertentu yang berbeda di tiap negara. Contohnya adalah Chartered Accountant (FCA, CA or ACA), Chartered Certified Accountant (ACCA atau FCCA), Management Accountant (ACMA, FCMA atau AICWA), Certified Public Accountant (CPA), dan Certified General Accountant (CGA). Di Indonesia, akuntan publik yang bersertifikat disebut CPA Indonesia (sebelumnya: BAP atau Bersertifikat Akuntan Publik).


Sejarah
Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice . Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.
Sebuah buku ringkas menampilkan instruksi akuntansi juga diterbitkan pada tahun 1588 oleh John Mellis dari Southwark, yang termuat perkataanya, "I am but the renuer and reviver of an ancient old copie printed here in London the 14 of August 1543: collected, published, made, and set forth by one Hugh Oldcastle, Scholemaster, who, as appeareth by his treatise, then taught Arithmetics, and this booke in Saint Ollaves parish in Marko Lane." John Mellis merujuk pada fakta bahwa prinsip akuntansi yang dia jelaskan (yang merupakan sistem sederhana dari masukan ganda/double entry) adalah "after the forme of Venice".
Pada awal abad ke 18, jasa dari akuntan yang berpusat di London telah digunakan selama suatu penyelidikan seorang direktur South Sea Company, yang tengah memperdagangkan bursa perusahaan tersebut. Selama penyelidikan ini, akuntan menguji sedikitnya dua buku perusahaan para. Laporannya diuraikan dalam buku Sawbridge and Company, oleh Charles Snell, Writing Master and Accountant in Foster Lane, London. Amerika Serikat berhutang konsep tujuan Akuntan Publik terdaftar pada Inggris yang telah memiiki Chartered Accountant di abad ke 19.

Laporan akuntansi
Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Semakin baik kita mengerti bahasa tersebut, maka semakin baik pula keputusan kita, dan semakin baik kita di dalam mengelola keuangan. Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi , laporan perubahan modal , dan Laporan Arus Kas .Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu. Disebut sebagai daftar yang sistematis, karena neraca disusun berdasarkan urutan tertentu. Dalam neraca dapat diketahui berapa jumlah kekayaan perusahaan, kemampuan perusahaan membayar kewajiban serta kemampuan perusahaan memperoleh tambahan pinjaman dari pihak luar. Selain itu juga dapat diperoleh informasi tentang jumlah utang perusahaan kepada kreditur dan jumlah investasi pemilik yang ada di dalam perusahaan tersebut.
  • Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahu laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
  • Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
  • Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang.

Hubungan antara search engine dengan akuntansi adalah Search Engine dirancang untuk program perhitungan termasuk akuntansi yang didalamnya ada perhitungan


SUMBER :