Rabu, 24 Oktober 2012

PRICE ELASTICITY


TEORI EKONOMI 1
ANALISIS JURNAL



Nama Kelompok6 : 
  • Fanny Octania Zuari  (22211687)
  • Mailany                     (24211255)
  • Dewi Lestari              (21211959) 
Kelas : SMAK-05
TEORI EKONOMI 1
PRICE ELASTICITY

Tema :
“ Elastisitas Harga”

Pengarang :
Philip M. Parker dan Ramya Neelamegham

Judul :
Dinamika Elastisitas Harga Selama Siklus Hidup Produk

Latar Belakang :
Penulis ingin menganalisa total penjualan harga Elastisitas yang sering menurun dan kemudian pada akhirnya meningkat selama siklus hidup produk (untuk kategori berumur panjang).   

Metodologi :
Penelitian ini menggunakan metode penggunaan dua set data yang berbeda yaitu metodologi dan argumen teoritis. Data  Metodologi dan Argumen Teoritis merupakan Data  Sekunder yaitu data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan data tersebut.

Variabel :
Dalam menganalisis  “Dinamika Elastisitas Harga Pada Siklus Hidup Produk”, variabel yang diambil berupa total penjualan harga Elastisitas selama siklus hidup produk.

Masalah :
      Apa yang dimaksud dengan Dinamika Elastisitas Harga  ?
      Bagaimana cara melihat Dinamika Elastisitas Harga ?

Pembahasan:
Dinamika Elastisitas Harga dapat diartikan sebagai terjadinya suatu kondisi naik turunnya elastisitas harga. Dinamika Elastisitas Harga dapat dilihat daritotal penjualan Elastisitas Harga menurun dan kemudian pada akhirnya meningkat selama siklus hidup produk (untuk kategori berumur panjang).Dalam penelitian,  Parker (1992) hanya mempertimbangkan pembelian pertama, sedangkan Simon (1988) mempertimbangkan daya jual merk (sebagai faktor untuk menarik minat konsumen). Berdasarkan pengalaman yang empiris menunjukkan bahwa keseluruhan kategori harga penjualan bersifat elastis. Pembelian pertama dalam nilai absolut, akhirnya nilai tersebut akan meningkat lagi jika produk tersebut menghadapi penurunan fase dari siklus hidup produk (karena barang subtitusi atau perubahan selera, dll). Model dasar dapat dengan mudah dimodifikasi untuk menghitung keseluruhan penjualan (pembelian pertama ditambah pengulangan pembelian) konteks perkakas rumah tangga. Jika tidak berubah, model dasar ini bisa digunakan dalam waktu 5-10 tahun dalam pemakaian tahan lama.
Berdasarkan pembelian pertama yang mendorong konsumen untuk melakukan pembelian kembali, menunjukkan bahwa hasil penelitian Simon tentang pentingnya daya jual merk, menjadi bukti empiris dari dinamika elastisitas barang tersebut. Contoh daftar barang sebagai berikut :
  • Frezeers (-22,8)
  • Kompor (-3,2)
  • Kulkas (-2,3)
  • Setrika uap (-2,2)
  • Blender (-2,2)
Hasil & Kesimpulan :
Dari kelima barang tersebut  yang memiliki elastisitas tertinggi adalah Frezeer. Karena Frezeer tidak mempunyai barang subtitusi, sehingga memaksa konsumen menggunakan Frezeers untuk membekukan bahan makanan.Rata-rata tingkat elastisitas perabot rumah tangga -2,7.Elastisitas freezer sangat signifikan karena produk ini tidak memiliki subtitusi.Pada umumnya suatu produk sering mengalami tingkat elastisitas tertinggi pada fase awal siklus hidup produk setelah itu tidak menutup kemungkinan suatu produk tersebut juga akan mengalami elastisitas terendah bahkan inelastis pada saat pembelian kembali meningkat.Jadi setiap produk pasti mengalami dinamika naik –turun terhadap elastisitas harga selama siklus hidup produk yang kadang meningkat dan juga kadang menurun.

Jumat, 19 Oktober 2012

INFLASI SEMBAKO (MINYAK SAWIT)

Nama Anggota :
-          Dewi Lestari              (21211959)
-          Fanny Octania Zuari    (22211687)
-          Mailany                       (24211255)
Kelas  : SMAK05
INFLASI TERHADAP SEMBILAN BAHAN POKOK (SEMBAKO)
(MINYAK SAWIT)
inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu.
Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
Dibawah ini kelompok kami akan meneliti inflasi Sembilan bahan pokok (SEMBAKO) dengan sampel minyak sawit. Berdasarkan data yang diambil pada Badan Pusat Statistik (BPS) dengan menggunakan metode perhitungan CPI (Consumer Price Index) dan GDP defliator. CPI data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakup barang- barang produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.
Minyak Sawit (1999-2010)


Analisis :
Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode CPI dan GDP Deflator menunjukan hasil yang hampir signifikan . Kurva diatas menunjukkan sejak tahun 1999 sampai 2010 tingkat inflasi terus mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh permintaan yang semakin meningkat sementara barang yang diminta semakin sedikit persediaannya dan jika terus dibiarkan akan menyebabkan inflasi menjadi tidak terarah, yang akan berimbas pada perekonomian. Terutama nasib rakyat kecil.

Kamis, 18 Oktober 2012

HUBUNGAN DUNIA INTERNASIONAL DENGAN RTK

Nama :
  1. Fanny Octania Zuari (22211687)
  2. Mailany (24211255)
  3. Dewi Lestari (21211959)

Kelas : SMAK-05

TEORI EKONOMI 1
HUBUNGAN ANTARA RUMAH TANGGA KONSUMEN 
DENGAN LUAR NEGERI

Pendapatan adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Pendapatan nasional di setiap Negara berbeda-beda, Negara maju dan Negara berkembang juga memiliki pendapatan nasional yang berbeda. Dan pastinya Negara maju memiliki pendapatan nasional yang lebih tinggi dibandingkan dengan Negara berkembang.
Dampak positif pendapatan nasional luar negeri adalah meningkatkan kerja sama dengan negara lain, tumbuhnya rasa persaudaraan dengan negara lain sehingga memiliki hubungan yang baik dengan negara lain, meningkatnya derajat negara dimata negara lain. Dampak negatifnya adalah masuknya kebudayaan asing secara bebas di negara kita sehingga kebudayaan negara sendiri mulai tergeser, kerja sama dengan negara lain membuat jarak temu untuk melakukan transaksi jarang sehingga dapat menimbulkan kecurigaan dan ketidak percayaan.
Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi negara industri, pertanian, atau negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya. Data pendapatan nasional juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.

Dengan mengadakan hubungan baik dengan negara lain, melakukan kerja sama dalam bidang ekonomi,sosial, politik dan lainnya, kita dapat meningkatkan pendapatan nasional Negara kita. Pendapatan nasional mempunyai siklus aliran pendapatan (circular flow). Dalam siklus aliran pendapatan suatu perekonomian dibagi menjadi empat bidang atau sektor utama sebagai pelaku ekonomi di mana setiap sektor memiliki hubungan interaksi masing-masing dalam menciptakan pendapatan dan pengeluaran.
Kelompok kami akan membahas hubungan tentang Rumah Tangga Konsumen dengan Dunia Internasional.

Ø Sektor Rumah Tangga
Terdiri dari individu-individu yang bersifat homogen.
v Hubungan dengan Dunia Internasional

§  rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Contohnya :
·        Permintaan kedelai yang di impor dari Amerika.
·        Permintaan beras dari Vietnam atau Thailand
·        Permintaan peralatan kosmetik, yang barang atau merknya tidak ada di Indonesia. Seperti Sephora

ANALISIS JURNAL PB. AYU MULYA

Nama Kelompok6 : 
  • Fanny Octania Zuari (22211687)
  • Mailany (24211255)
  • Dewi Lestari (21211959) 
Kelas : SMAK-05 
TEORI EKONOMI 1
ANALISIS JURNAL
PB. AYU MULYA
Tema
Keunggulan kompetitif bagi suatu organisasi

Pengarang
  1. ·         Wang Wen Chen (2010)
  2. ·         Lin Chien Hung (2010)
  3. ·         Chu Ying Chien (2010)
Judul
Analisis Tipe Keunggulan Kompetitif
Latar Belakang
Penulis ingin menganalisa keunggulan kompetitif bagi sebuah organisasi agar mampu bersaing pada pasar.
Metodologi
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian historis yaitu metode yang lebih tergantung pada data yang telah diobservasi dengan menggunakan sumber data sekunder. Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan data tersebut.

Variabel
Dalam menganalisis suatu keunggulan kompetitif organisasi, variabel yang diambil berupa organisasi – organisasi sejenis yang bersaing dalam suatu pasar.
Masalah
  • Apa yang dimaksud dengan keunggulan kompetitif?
Pembahasan
Dalam suatu persaingan pada pasar, suatu organisasi harus mempunyai keunggulan kompetitif yaitu kemampuan suatu organisasi untuk memberikan manfaat yang sama atau bahkan lebih atas suatu produk dengan biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan para pesaing lainnya.
Porter (1995) menyatakan bahwa tenaga kerja dan sumber daya alam tidak terlalu diperlukan bagi perekonomian yang baik, melainkan, keunggulan kompetitif ini dititik beratkan pada kepuasan konsumen dalam menerima produk bernilai tinggi, namun organisasi tersebut tetap mendapat keuntungan yang tinggi.
Barney (1991) menyatakan bahwa keunggulan kompetitif terjadi ketika sumber daya alam berada dalam keadaan langka dan bernilai diwaktu yang bersamaan, sulit diperbaharui dan digantikan dengan sumber daya lain namun organisasi tersebut tetap mampu untuk memproduksi barang yang mampu mengungguli kemampuan produk pesaingnya.
Hasil dan Kesimpulan
Dalam menciptakan keunggulan kompetitif antar pesaing pada pasar, sebuah organisasi dituntut untuk selalu mengembangkan inovasi pada setiap barang yang mereka produksi. Barang tersebut diproduksi untuk dapat memenuhi kebutuhan dan memuaskan konsumen. Disamping memuaskan konsumen, produksi tersebut diharapkan juga dapat menciptakan keuntungan bagi produsen atau organisasi tersebut. Keunggulan Kompetitif juga bergantung pada sumber daya yang baik dan memadai untuk memproduksi barang tersebut.

Rabu, 17 Oktober 2012

journal permintaan dan penawaran (TE1)

Nama Kelompok 6: 

  • Fanny Octania Zuari (22211687)
  • Mailany (24211255)
  • Dewi Lestari (21211959)

Kelas : SMAK-05
TEORI EKONOMI 1

Latar Belakang

Perkembangan tekhnologi dan pasar menyebabkan berbagai permintaan dan penawaran terhadap barang maupun jasa menjadi tidak signifikan. Hal ini dilandasi karena munculnya berbagai jenis barang dan jasa yang mempunyai manfaat dan tujuan yang sama. Produsen pun dituntut untuk selalu mengeluarkan inovasi dan mempelajari cara bagaimana produksi mereka dapat bertahan dipasar sehingga permintaan dan quantitas terhadap suatu barang tetap atau bahkan meningkat. Titik keseimbangan pasar terjadi Harga keseimbangan atau harga pasar (Equilibrium Price) adalah tinggi rendahnya tingkat harga yang terjadi atas kesepakatan antara produsen/penawaran dengan konsumen atau permintaan. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut Equilibrium Price.

Metodologi

Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian historis yaitu metode yang lebih tergantung pada data yang telah diobservasi dengan menggunakan sumber data sekunder. Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan data tersebut.

Variabel

Dalam menganalisis permintaan dan penawaran yang terjadi dipasar, maka variabel yang diambil adalah permintaan dan penawaran pada sektor industri khususnya pada perusahaan yang memproduksi baju.

Rumusan Masalah

·        Bagaimanakah cara mempertahankan quantitas suatu permintaan dan penawaran pada suatu produksi?
·        Bagaimanakah keadaan pasar terutama dalam sektor permintaan dan penawaran, yang diakibatkan karena perkembangan tekhnologi sehingga munculah berbagai macam ragam barang yang diproduksi tersebut?

Pembahasan

Dengan meningkatnya pemintaan akan suatu kebutuhan, maka produsen berlomba-lomba untuk menciptakan suatu inovasi dengan hasil produksi yang mempunyai manfaat dan tujuan yang sama. Untuk itu produsen dituntut untuk bagaimana bisa mempertahankan pemintaan terhadap suatu barang yang mereka produksi, agar produksi mereka tidak kalah dan bisa bersaing dipasar. Berbagai macam strategipun dikeluarkan untuk dapat menarik perhatian konsumen. Mulai dari memberikan discount atau potongan harga terhadap konsumen, memberikan bonus atau free barang kepada konsumen yang membeli dalam jumlah banyak, menurunkan harga barang, memasang iklan pada media, terjun langsung melakukan promo didalam masyarakat, menggunakan perantara untuk mendistribusikan produk. Bebagai barang dan jasa yang ditawarkan pada pasar dengan berbagai macam ragam juga berdampak pada konsumen. Konsumen akan bingung untuk memilih barang dan jasa mana yang akan mereka pilih untuk dikonsumsi. Contohnya pada produk ZARA yang mempoduksi baju dan celana. Dengan menjamurnya produk-produk yang menjual dan menghasilkan produksi yang sama, maka ZARA melakukan stategi buy 1 get 1 free, discount up to 90%, atau bahkan memberikan hadiah untuk transaksi yang ditetapkan. Dengan begitu konsumen produk tersebut tidak akan pindah ke toko lain yang menjual dan mempoduksi produk yang sama.

Hasil dan Kesimpulan

Jika permintaan tehadap suatu produk turun, maka produsen akan meningkatkan penawaran barang yang diproduksinya kepada konsumen dan menurunkan harga, agar  terciptanya target quantitas yang diharapkan dalam hal ini berarti tetap atau lebih. Contohnya produsen baju, ketika banyaknya produsen baju yang menjamur di pasar, mereka yang tidak ingin kehilangan pelanggan atau konsumen diharuskan untuk lebih inovasi dan mengembangkan ide-ide pikiran untuk membuat produksi yang sejenis, terlihat berbeda dari yang lain. Selain itu produsen juga diharuskan untuk bisa mengatur dan mengambil langkah dalam strategi. Contohnya seperti strategi pemasaran dan penjualan agar produk yang dihasilkan bisa tetap bersaing dipasar.



Jumat, 12 Oktober 2012

TEORI EKONOMI 1


Teori Ekonomi 1

Nama : Dewi Lestari
NPM : 21211959
KELAS : SMAK-05
KELOMPOK 6

2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Inferior Good (Barang Inferior)?
Inferior Goods (Barang Inferior) adalah barang yang sangat rendah mutunya dan digunakan oleh golongan miskin atau yang pendapatannya sangat rendah. Semakin kayanya seseorang, semakin sedikit barang inferior yang dibeli dan dikonsumsinya. barang yang jumlah permintaannya akan turun seiring dengan peningkatan pendapatan masyarakat Salah satu contoh barang inferior adalah sandal jepit. Ketika tingkat pendapatan masyarakat rendah, tingkat permintaan terhadap barang tersebut akan tinggi. Namun ketika tingkat pendapat masyarakat meningkat, permintaan atas barang tersebut akan turun karena masyarakat meninggalkannya dan memilih untuk membeli sandal lain yang lebih berkualitas meskipun dengan harga yang lebih mahal.

4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Subtitutes Good (Barang Pengganti)
Substitutes Good (Barang Pengganti) adalah barang yang dapat menggantikan atau digantikan barang lain apabila barang penggantinya sukar diperoleh atau harganya meningkat.  Suatu barang dinamakan barang pengganti kepada barang lain apabila dia dapat menggantikan fungsi barang lain tersebut. Kopi dan the adalah barang yang dapat saling menggantikan fungsinya. Seorang yang suka minum teh selalu dapat menerima minuman kopi apabila the tidak ada. Sebaliknya, seorang peminum kopi tidak akan menolak meminum teh apabila kopi tidak ada. Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan. Dengan demikian apabila harga kopi turun maka permintaan terhadap the akan berkurang. Sebaliknya, apabila harga kopi naik maka permintaan terhadap teh akan meningkat.

6. Jelaskan faktor faktor ceteris paribus terhadap kurva penawaran
·         Price of Relevant Resources (Harga barang yang terkait)
Barang-barang ada yang saling bersaing (barang-barang pengganti) satu sama lain dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Barang-barang seperti itu dapat menimbulkan pengaruh yang penting kepada penawaran suatu barang.  Apabila harga barang pengganti meningkat maka penjualan akan meningkatkan jumlah barang yang ditawarkan. Penjual berharap, konsumen akan beralih dari barang pengganti.

·         Technology (Teknologi)
Kemajuan teknologi telah dapat mengurangi ongkos produksi, mempertinggi produktivitas, mempertinggi mutu barang dan menciptakan barang-barang baru. Dalam hubungannya dengan penawaran suatu barang, kemajuan teknologi menimbulkan dua akibat, yaitu: (i) produksi dapat ditambah dengan lebih cepat, dan (ii) ongkos produksi semakin murah, dan dengan demikian keuntungan menjadi bertambah tinggi. Sehingga barang yang ditawarkan lebih banyak.

·         Number of Sellers (Banyaknya penjual)
Ketika semakin banyak penjual yang memproduksi barang tersebut dengan mutu yang hampir sama, maka semakin banyak pula barang yang dapat dihasilkan dan di tawarkan kepada konsumen dengan harga yang sama.

·         Expectation of Future Price (Ekspektasi Harga Dimasa Depan)
Karena memiliki ekspektasi harga dimasa datang, saat ini produsen membuat banyak persediaan barang, untuk meminimalkan kemungkinan perubahan harga dimasa depan, dan meminimalkan ongkos produksi dimasa depan, sehingga ongkos produksi dimasa depan dapat ditekan dan barang yang ditawarkan pun banyak.

·         Taxes (Pajak)
Semakin besarnya pajak yang ditetapkan pemerintah memberatkan produsen, karena meningkatkan ongkos produksi, sehingga produk yang dapat dihasilkan sedikit dan produk yang ditawarkan pun berkurang.

·         Subsidies (Subsidi)
Ketika pemerintah memberikan subsidi kepada bahan-bahan produksi, ini dapat mempermurah ongkos produksi, sehingga produsen dapat memperbanyak produksi dan baramng byang ditawarkan pun akan bertambah.

8. Apakah pengaruh Taxes dan Subsidies terhadap Inflasi dan Kebijakan Ekonomi?

Terhadap Inflasi
Taxes (Pajak)
Kebijakan penetapan pajak dilakukan oleh pemerintah dengan cara mengenakan
pajak yang berbeda-beda untuk berbagai komoditas. Misalnya untuk melindungi
produsen dalam negeri, pemerintah dapat meningkatkan tarif pajak yang tinggi 
untuk barang impor. Hal tersebut menyebabkan konsumen membeli produk 
dalam dalam negeri yang harganya relatif lebih murah.
Subsidies (Subsidi)
Pemerintah dapat melakukan intervensi atau campur tangan dalam pembentukan 
harga pasar yaitu melalui pemberian subsidi. Subsidi biasanya diberikan 
pemerintah kepada perusahaan-perusahaan penghasil barang kebutuhan pokok. 
Subsidi juga diberikan kepada perusahaan yang baru berkembang untuk 
menekan biaya produksi supaya mampu bersaing terhadap produk-produk impor. 
Kebijakan ini ditempuh pemerintah dalam upaya pengendalian harga untuk 
melindungi produsen maupun konsumen sekaligus untuk menekan laju inflasi. 

Terhadap kebijakan ekonomi 
Kebijakan Fiskal 
Kebijakan fiskal berhubungan erat dengan kegiatan pemerintah sebagai pelaku 
sektor publik. Kebijakan fiskal dalam penerimaan pemerintah dianggap sebagai 
suatu cara untuk mengatur mobilisasi dana domestik, dengan instrumen utamanya 
perpajakan. Dinegara sedang berkembang seperti Indonesia, kebijakan moneter 
dan kebijakan luar negeri belum berjalan seperti yang diharapkan. Dengan 
demikian, peranan kebijakan fiskal dalam bidang perekonomian menjadi semakin 
penting. 
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk 
mengendalikan atau mengarahkan perekonomian pada saat kondisi yang lebih 
baik. Caranya yaitu mengatur penerimaan dan pengeluaran pemerintah. 
Instrumen utama kebijakan fiskal adalah pajak (T) dan pengeluaran pemerintah 
(G). Kebijakan fiskal pemerintah dapat bersifat ekspansif maupun kontraktif. 
Kebijakan yang bersifat ekspansif dilakukan pada saat perekonomian sedang 
menghadapi masalah pengangguran yang tinggi. Tindakan yang dilakukan 
pemerintah adalah dengan memperbesar pengeluaran pemerintah (misalnya 
menambah subsidi kepada rakyat kecil) atau mengurangi tingkat pajak. Adapun 
kebijakan fiskal kontraktif adalah bentuk kebijakan fiskal yang dilakukan pada 
saat perekonomian mencapai kesempatan kerja penuh atau menghadapi inflasi. 
Tindakan yang dilakukan adalah mengurangi pengeluaran pemerintah atau 
memperbesar tingkat pajak.

Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah kebijakan ekonomi yang digunakan Bank Indonesia 
sebagai otoritas moneter, untuk mengendalikan atau mengarahkan perekonomian 
pada kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan mengatur jumlah uang yang 
beredar (JUB) dan tingkat suku bunga. 

10. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Surplus Produsen? 
Surplus Produsen 


Surplus Produsen adalah ukuran keuntungan yang diperoleh produsen karena 
mereka beroperasi pada pasar komoditas. Keuntungan tersebut diperoleh 
mereka karena harga yang terbentuk di pasar melebihi harga yang mereka 
tawarkan pada tingkat penjualan tertentu. 
Penjelasan tentang surplus produsen dapat ditinjau dari sudut pandang yang 
sama dengan surplus konsumen, yaitu pada kondisi dimana jumlah yang 
ditawarkan masih sedikit mereka bersedia menawarkan sejumlah barang dengan 
harga yang lebih rendah daripada harga keseimbangan pasar. Kondisi tersebut 
akan berakhir ketika keseimbangan muncul.