Jumat, 05 Juli 2013

BANK & LEMBAGA KEUANGAN 2

METODE PERHITUNGAN BUNGA

Sebuah bank setiap akhir bulan yaitu menghitung bunga pada produk bank seperti deposito atau pinjaman (loan) .
Rumus menghitung Bunga Kredit sama saja dengan Rumus maupun menghitung Deposit :


Perbedaan menghitung Bunga Kredit maupun menghitung Deposit pada pembagian harinya. menghitung Bunga Kredit dibagi dengan 360 hari sedangkan menghitung Deposit dibagi dengan 365 hari. 


Metode perhitungan bunga dibagi menjadi tiga, yaitu
1.      Metode Saldo Harian,
2.      Metode Saldo Rata-rata, dan
3.      Metode Saldo Terendah.


Bank melakukan pengecekan saldo dari perhitungan bunga yang dilakukan setiap bulan dengan merekap saldo setiap akhir harinya dan pada akhir bulan melakukan rekap saldo, menghitung bunga, penetapan bunga dan menetapkan saldo awal bulan selanjutnya.

Diketahui bunga tabungan yang Atun terima sebesar 10%. Atun merupakan nasabah Bank Karman. Berikut transaksi yang terjadi selama bulan Juni.

Keterangan nya:

5/6       : Setor tunai 10 juta.

7/6       : Ambil tunai 2 juta.

10/6     : Pinbuk kredit dari deposito 15 juta.

17/6     : Pinbuk debit tabungan joko 5 juta.

25/6     : Pinbuk debet tabungan Ali (Bank Siti) 5 juta.

26/6     : Pinbuk kredit Bilyet Giro (BG) Jono (Bank Siti) 20 juta.

*pinbuk: pemindahan bukuan

Langkah berikutnya merekap saldo atas transaksi diatas dilakukan oleh pihak bank seperti sebagai berikut:

·         Langkah Pertama yaitu Merekap Saldo


Dapat disimpulkan Saldo pada akhrir 30 Juni 2013 sebesar 33,000,000
·         Langkah Kedua yaitu menghitung bunga dengan

Metode saldo harian dengan rumus bunga :
Metode saldo terendah
30/06/13= [10% x (30-5+1) x 8,000,00]: 365= 56,986
Metode saldo rata-rata
Dapat disimpulkan bahwa bunga sebelum pajak (before tax) Rp.144.384. Dan untuk hasil bunga setelah pajak (after tax) yaitu  hasil perkalian dari % bunga x bunga sebelum pajak
= 10% x Rp.144.384 = Rp.14.438.
Saldo Awal pada periode berikut nya diperoleh dari Bunga after tax ditambah dengan saldo akhir tertanggal 31 juni


BANK & LEMBAGA KEUANGAN 2

REKAP SALDO BANK PADA REKENING KORANG BANK INDONESIA (RKBI)

Metode Perhitungan Kliring
Berikut ini merupakan transaksi yang dilakukan antara Bank Siti dengan Bank Karman.


Pada Bank Siti terdapat surat – surat yang dikirimkan oleh Bank Karman begitupun sebaliknya, Pada Bank Karman terdapat surat – surat yang dikirimkan oleh Bank Siti yang dikirimkan melalui Bank Indonesia (BI). Tidak semua surat – surat di atas disetujui. Bank Siti menolak G dan X sedangkan Bank Karman menolak A dan E. Tolakan ini terjadi pada sore hari, sedangkan pengiriman surat – surat terjadi pada pagi hari.

Tabel saldo Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) Bank Siti dan Bank Karman sebelum terjadi tolakan kliring.

Dapat disimpulkan bahwa sebelum terjadi penolakan kliring, hasil sementara pada Bank Siti adalah positif (15,000,000)  artinya Bank Siti menang kliring, sementara Bank Karman negatif (-15,000,000) artinya Bank Karman   kalah kliring. 

Setelah adanya tolakan kliring, maka tabel saldo Rekening Koran Bank Siti dan Bank Karman menjadi berikut ini :

Setelah adanya tolakan kliring, saldo Bank Siti menjadi positif (10,000,000) lagi yang artinya Bank Siti menang kliring sehingga Rekening Koran pada Bank Indonesia (RKBI) bertambah 10,000,000 dari 30,000,000 menjadi 40,000,000. Sedangkan Bank Karman menjadi negatif (-10,000,00) artinya Bank Karman kalah kliring dan harus menutupinya dari Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) yaitu 12,000,000 – 10,000,000 = 2,000,000. Karena dana di Rekening Bank Karman pada BI tersisa 2,000,000 yang kurang 6,000,000 sehingga Bank Karman melakukan call money dengan meminjam dana dari Bank Siti yang memiliki dana lebih atau Surplus untuk menutupi kekurangan dana Bank Karman tersebut.

Kamis, 04 Juli 2013

BANK & LEMBAGA KEUANGAN 2


NERACA BANK & KLIRING

Bank sering di ibaratkan sebagai perantara keuangan (financial intermediation) antara debitor sebagai Aktiva yang merupakan sumber danannya  (source of fund) yang berasal dari masyarakat yang mempunyai uang lebih / surplus dengan kreditor sebagai Passiva yang merupakan pengguna dari sumber dana yang dananya kurang.
Di Bank diperlukan neraca sebagai laporan keuangan yang menggambarkan posisis keuangan sebuah perusahaan / instansi lain. Pada neraca terdiri dari dua sisi yaitu sisi Aktiva yang berupa harta/ asset terletak di sebelah kiri dan sisi Passiva yang berupa kewajiban (liabilities) dan modal (capital) yang diletakan di sebelah kanan.

Neraca pada Bank




Dalam neraca bank, sisi aktiva menggambarkan pengalokasian dana bank yang menunjukan kekayaan bank yang berasal dari hasil penggunaan dana pada bank (use of funds) dalam berbagai bentuk seperti :
·         cash reserved berupa Kas dan Simpanan Bank Indonesia(BI) / Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI).
·         Loan (kredit) yaitu pinjaman yang diberikan (PYD) yang bersumber dari simpanan masyarakat (deposit) dan pada akun inilah memiliki proporsi paling besar di sisi aktiva bank.
·         Sekuritas berupa obligasi dan saham, dan surat berharga lainnya.
·         other asset berupa perlengkapan kantor, peralatan kantor, gedung dan kendaraan
Sedangkan pada neraca bank, sisi pasiva yang menggambarkan kegiatan mengumpulkan dana dari berbagai sumber dana (Source of Funds). Sumber dana bank (Source of Funds) tersebut berasal dari masyarakat yang memiliki dan lebih atau surplus yang kemudian dana bank tersebut disalurkan kepada masyarakat yang kekurangan dana atau minus.
Pada Kewajiban/Liabilities disisi pasiva terdapat  sumber-sumber dana (Source of Funds) dari berberapa pihak, yaitu :
·         Deposit sebagai dana pihak ketiga/dana pihak ke tiga/dana simpanan masyarakat dan inilah akun terbesar dalam sisi pasiva bank. Tiga macam-macam deposit, yaitu saving deposit (tabungan), demand deposit (giro), dan time deposit (deposito) yang dihasilkan dari masyarakat yang dana nya lebih atau surplus. Perbedaan antara Saving deposit (tabungan) dan time deposit (deposito) adalah pada saving deposit (tabungan) tabungan dapat diambil kapan saja dan dimana saja melalui ATM dan teller, sedangkan time deposit (deposito) memiliki jangka waktu tertentu untuk dapat diambil. Demand deposit (giro) terdiri atas cek giro dan bilyet giro.
·         Sumber dana pihak ke dua berupa Sekuritas. Sekuritas ini terdiri dari Obligasi, Pinjaman BI (Kredit likuiditas Bank Indonesia / LKBI), dan Pinjaman Holding.
·         Modal (capital) sebagai dana pihak pertama yang terdiri dari setoran modal, hasil operasi (Laba operasi –retained earning), dan dividen. Hasil operasi (Laba operasi–retained earning), dan dividen merupakan komponen-komponen dari Laba Operasional.
Dalam menghimpun dana, bank memerlukan biaya-biaya dana (cost of fund) seperti deposit dengan diberikan simbolnya i1, sekuritas dengan simbolnya i2 , dan modal dengan diberi simbol i3, Kegiatan menyalurkannya dananya diberikan simbol i4  dan memperoleh dana diberikan simbol i5. Dapat disimbulkan bahwa iharus lebih besar dari pada i1, i2, maupun  i3.
 Terdapat tiga regulasi bank yang ada di sisi aktiva yaitu:
·         Legal Reserved Requirenment (LRR)
Pada Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) ini memiliki aturan Legal Reserved Requirenment (LRR) tujuannya likuidasi dan kliring, dimana bank yang diharuskan untuk menyimpan dananya di Bank Indonesia (BI) berupa Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) minimal 8% dari jumlah deposit yang dimilikinya. Jika jumlah Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) kurang dari 8%, maka bank tidak likuid. Persentase minimal yang sebesar 8% ini disebut dengan reserve requirement. Sedangkan  jumlah Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) lebih minimal 8% ini, maka sisa kelebihan persentasenya disebut excess reserve.

·         Loan to Deposit Ratio (LDR).
Regulasi menunjukan antara jumlah loan dengan jumlah deposit serta modal /capital milik bank adalah sebesar maksimal 110% (L/D+C) x 100% = maks. 110%).  

Tujuan dari aturan Loan to Deposit Ratio (LDR):
1.      Prudent Bank: bank mengikutsertakan modalnya dalam loan yang diberikan.  Prudent bank dapat menunjukan Kolektibilitas kreditnya mengenai macet atau tidaknya dalam pembayar pinjaman beserta bunga.
2.      Likuiditas
3.      Multiplier atau Penggandaan Uang: Bank yang diwajibkan memiliki dana yang besar dalam penyalurkan dana secara kredit kepada masyarakat yang kekurangan uang.

·         CAR (Capital Adequacy Ratio)
Regulasi ini menunjukan jumlah ATMR (Aktiva Tertimbang Menurut Risiko) bank harus sebesar minimal 20% yang berarti bank harus memiliki modal yang cukup untuk menanggung pinjaman beserta risikonya. Rumus CAR = Modal / ATMR.

KLIRING

Kliring adalah suatu  tata  cara  perhitungan  utang  piutang  dalam bentuk  surat-surat  dagang  dan  surat-surat  berharga dari suatu bank terhadap bank lainnya, dengan  maksud agar penyelesaiannya  dapat terselenggara dengan mudah dan  aman, serta untuk memperluas dan memperlancar  lalu  lintas  pembayaran  giral.




Bank Siti, Bank Joko, Bank Tonny , dan Bank Tuti yang mempunyai tujuan yang sama untuk menyimpan dananya di Bank Indonesia (BI) melalui Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) minimal 8% dari jumlah deposit yang dimiliki. Terjadi pemindahbukuan dari Bank yang berbeda, maka rekening Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) bank tersebut akan dijumlahkan dan dikurangkan sesuai dengan dana yang dipindahkan, proses tersebut sering disebut Proses Kliring. Kliring muncul akibat adanya adanya sistem pembayaran giral seperti penggunaan warkat. Warkat adalah surat berharga yang dikirim atau diterima oleh bank seperti nota debit keluar, nota debit masuk,  nota kredit masuk, nota kredit keluar, bilyet  giro, Cek, wesel  bank  untuk  trasfer  atau  wesel  unjuk, bukti-bukti  penerimaan  transfer  dari  bank,  penolakan kliring maupun sertifikat deposito. 

Jenis –jenis warkat  yang dapat dikliring kan yaitu:
(1)    Nota Debet Keluar: warkat bank lain yang disetorkan nasabah sendiri dengan tujuan dan keuntungan untuk nasabah tersebut.
(2)    Nota Debet Masuk: warkat yang diterima oleh suatu bank dari bank lain melalui Bank Indonesia(BI) atas warkat yang ditarik oleh nasabah sendiri
(3)    Nota Kredit Keluar: warkat dari nasabah sendiri untuk disetorkan kepada nasabah bank lain.
(4)    Nota Kredit Masuk: warkat yang diterima oleh suatu Bank dan keuntungan hak atas nasabah bank tersebut.
Neraca Kliring
Surat
Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI)
Saldo di Bank Indonesi (BI)
Nota Debit Masuk
+
Nota Debit Keluar
-
Nota Kredit Masuk
-
Nota Kredit Keluar
+
Penolakan Kliring
+/-
Saldo
+/-

Jika dari hasil penjualan, hak penerimaan tagihan lebih besar daripada penjumlahan kewajiban  pembayaran tagihan maka bank tersebut menang kliring. Sebaliknya Jika bank tidak mempunyai cukup dana di bank yang bersangkutan untuk menyelesaikan kalah kliring, maka bank tersebut akan berusaha mencari pinjman lain atau call money.
Contoh Kliring Lokal /Satu Daerah



Proses kliring lokal/Satu daerah Jakarta. Joko yang merupakan nasabah dari Bank Siti, sedangkan Atun nasabah dari karman. Joko yang ingin memberikan hadiah pada Atun dengan menggunakan cek sebesar 50 juta, Atun ingin mencairkan uang tersebut di bank karman tempat ia menyimpan tabungannya agar langsung dimasukkan ke saldo tabungannya, maka Bank Karman kemudian menagih uang 50 juta nya pada Bank Siti melalui Bank Indonesia (BI). Kemudian dengan segera Bank Karman mengirimkan nota debit pada Bank Indonesia (BI) lalu Bank Indonesia (BI) mengirimkan nota debit pada Bank Siti, maka Bank Indonesia (BI) mencatatnya dengan Rekening Koran Siti (-) berada di Debit, Kreditnya Rekening Koran Karman (+). Bank Karman mengakuinya Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) berada di Debit, Kreditnya Tabungan Atun. Sedangkan Bank Siti mengakuinya Giro Joko di Debit, Keditnya Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI).
            Kedua kalinya Joko yang ingin mengirimkan uang sejumlah 20 Juta ke melalui rekening tabungannya yang disimpan di Bank SITI ke rekening tabungan Atun maka Bank SITI akan mengirimkan nota kredit ke Bank KARMAN melewati Bank Indonesia (BI). Bank Indonesia (BI) yang mencatat Rekening Koran Siti (-) di Debit, Kreditnya Rekening Koran Karman (+). Bank Siti mencatat Tabungan Joko di Debit, Kreditnya Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI). Sedangkan Bank Karman mencatat Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) di Debit, Kreditnya Tabungan Atun. 
Pada saat Joko membayar dengan cek tidak dapat dilakukan karena saldo yang disimpan di Bank Siti tidak cukup, atau karena tanda tangan tidak cocok, cek rusak, maka bank dapat melakukan penolakan kliring. Misalkan saldo giro Joko hanya 5 Juta, namun cek tadi berisi 50 Juta. Maka Bank Siti dapat mengirim penolakan kliring ke Bank Indonesia kemudian disampaikan lagi penolakan kliring tersebut ke Bank Karman sehingga Rekening Koran pada masing-masing Bank harus dikembalikan.
Deposito bank 100 Juta, bank diwajibkan menyimpan Kredit likuiditas Bank Indonesia (KLBI) minimal 8 Juta hasil 8% dari 100 juta sesuai dengan regulasi dari Loan to Deposit Ratio (LRR), bank yang menyimpan Kredit likuiditas Bank Indonesia (KLBI)  10 Juta masih ada lebih 2 Juta (excess reserved ). Jika kliring yang terjadi 4 Juta, maka dari 10 Juta tidak bisa dipakai 8 Juta maksudnya bank masih memiliki kekurangan 2 Juta untuk membayar kliring. Kekurangan 2 Juta tidak dapat ditambahkan oleh bank manapun karena terdapat jangka waktu 10 hari kerja / 2 minggu untuk mengubah jumlah pada Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI), dan kerurangan tersebut sering disebut kekalahan kliring yang dapat ditutupi dengan call money. 2 Juta didapat ditutupi call money dengan suku bunga over night (jika bunga tabungan pertahun (PA) 10%, maka bunga call money 10% per malam (ON) Akibatnya bunga yang dibayarkan untuk call money sangat besar sehinnga mengharuskan bank mengalokasikan Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI). Perubahan Rekening Koran Bank Indonesia (RKBI) tergantung pada jumlah setoran dan transaksi. 

Contoh Kliring untuk daerah yang berbeda:



Gambar di atas menunjukan jika kliring dilakukan pada daerah yang berbeda. Joko yang merupakan nasabah dari Bank Siti Jakarta akan mengirim uang kepada Atun yang merupakan nasabah dari Bank Karman Wamena terdapat 2 cara untuk melakukan kliring karena kliring ke daerah yang berbeda.
 Contoh Kasus, Nasabah dari Bank Siti JaKarta yakni Joko akan mengirim uang ke Bank Karman Wamena karena kliring terjadi pada daerah yang berbeda dapat dilakukan dengan dua cara, yakni sebagai berikut :
·         Cara Pertama, Bank Siti Jakarta menngirim uang pada Bank Siti Wamena dengan melakukan transfer Rekening Antar Kantor (RAK) dengan pencatatan Tabungan Joko di Debit, Kreditnya Rekening Antar Kantor.
Dari Bank Siti Wamena uang dikirim ke Bank Karman Wamena melewati Bank Indonesia (BI) Wamena. Bank Siti Wamena mencatatnya Rekening Antar Kantor (RAK) di Debit, Kreditnya Rekening Koran Bank Indonesia (KRBI). Bank Indonesia (BI) mencatatnya Rekening Koran Bank Indonesia (KRBI) Siti di Debit, Kreditnya Rekening Koran Bank Indonesia (KRBI) Bank Karman Wamena. Sedangkan Bank Karman Wamena mencatat penerimaan uang nya Rekening Koran Bank Indonesia (KRBI) Bank Karman Wamena di Debit, Kreditnya Tabungan Atun.

·         Cara yang kedua yaitu Bank Siti Jakarta mengirim uang pada Bank Karman Jakarta melewati Bank Indonesia(BI) Jakarta. Dari Bank Karman Jakarta, transfer Rekening Antar Kantor yang dilakukan Bank Karman Wamena. Bank Siti Jakarta mencatatnya dengan Tabungan Joko di Debit, Kreditnya Rekening Koran Bank Indonesia (KRBI) Siti. Bank Indonesia (BI) Jakarta  mencatat Rekening Koran (RK)Siti  di Debit, Kreditnya Rekening Koran (RK)BRI. Sedangkan BRI Jakarta mencatat Rekening Koran (RK) BRI di Debit, Kreditnya Rekening Antar Kantor (RAK). Sedangkan BRI Wamena mencatatnya Rekening Antar Kantor(RAK) di Debit, Kreditnya Tabungan Atun.



Senin, 01 Juli 2013

Bank dan Lembaga Keuangan 2

WORLD FINANCIAL FLOW

Bank merupakan bagian dari lembaga keuangan yang berupa tempat di mana uang disimpan dan uang dipinjamkan. Dalam proses pinjam meminjam uang yang secara langsung, seseorang / lembaga keuangan haruslah saling percaya dan memiliki uang (double coincidence). Dengan adanya bank, proses pinjam meminjam uang dapat dilakukan secara tidak langsung karena bank sering di ibaratkan sebagai sebagai financial intermediation atau perantara keuangan antara masyarakat yang mempunyai uang lebih / surplus ( i1 ) yang menginvestasikan uangnya  dalam bentuk simpanan di bank dan menyalurkan uang tersebut kepada masyarakat yang kekurangan uang / lebih butuh( i2 ) dalam bentuk kredit untuk meningkatkan tarif hidup masyarakat yang kekurangan uang tersebut.
 PT. A yang memiliki kelebihan uang/surplus sehingga perusahaan tersebut menginvestasikan uangnya ke Bank M , maka PT. A  akan memeroleh tingkat bunga yang menguntungkan yaitu i1. Kemudian uang tersebut akan dipinjamkan kepada PT. B dan PT. B harus membayar suku bunga yaitu i2 ke Bank M. Selisih antara i2 dengan i1 adalah keuntungan yang diperoleh Bank M . Dengan kata lain bila i2 > imenunjukan keuntungan yang akan diperoleh Bank M, jika i2 < i1 menunjukan kerugian akan diperoleh PT. A dan kerugian tersebut harus ditanggung oleh Bank M.
PT. A dan PT. B dapat secara langsung tanpa perantara Bank M jika seandainya PT. B terlibat langsung dalam pasar modal dengan menjual saham yang nantinya saham tersebut dibeli oleh PT. A. Dengan begitu PT. A dapat memiliki saham (surat kepemilikan perusahaan) yang akan memperoleh dividen ( pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki ) yaitu (i3) pada akhir periode, dan capital gain (keuntungan yang dihitung dari selisih antara harga saham saat dijual kembali dengan harga saham saat dibeli pada pertama kalinya) yaitu  (i3), jika tidak dijual maka PT. A memiliki loss gain (kerugian yang dihitung selisih antara harga saham saat dibeli pada pertama kalinya dengan harga saham saat dijual kembali dengan). jika PT. B tidak ingin perusahannya dimiliki oleh perusahan lainnya terutama PT. A, maka PT. B dapat menjual obligasi (surat hutang) yang mengharuskan untuk  membayar diskonto yaitu bunga yang dibayar dimuka (i3), sehingga PT. A dapat membeli obligasi yang dijual oleh PT. B dengan membayar diskonto pada PT. B.
Contoh Obligasi :
Jika seseorang mempunyai obligasi sekarang sebesar Rp. 9.000.000 , 3 bulan yang akan datang lagi dijanjikan dapat Rp. 10.000.000 , diskonto 10%
10% X Rp. 9000.000 = Rp. 900.000
Rp. 9.000.000 + Rp. 900.000 = Rp. 9.900.00 dibulatkan     Rp 10.000.000
Motif masyarakat dalam memegang uang dalam kehidupan sehari-hari ada tiga yaitu transaksi (transaction), berjaga-jaga (Precautionary), dan keuntungan (Spekulasi). Motif uang dalam kehidupan sehari-hari tersebut adalah M1 dan M2, sedangkan Uang yang terlibat langsung dalam pasar modal adalah M3. Sehingga dapat dikatakan  jumlah uang yang beredar terdiri atas M1, M2, dan M3.
Contoh PT. B meminjam uang sebesar Rp. 100.000.000 kepada PT. A  kemudian tanpa diduga-duga PT. B meninggal, maka Bank M yang akan bertanggung jawab dan menanggung atas pinjaman Rp. 100.000.000 tadi sering disebut resiko pembayaran (risk transfer). Untuk mengurangi resiko pembayaran (risk transfer) yang ditanggung Bank M tersebut, Bank Z mengasuransikan pinjaman tadi ke asuransi XYZ dengan membayar Rp. 1.000.000 sehingga uang Rp. 100.000.000 yang seharusnya dibayar oleh Bank M, akan dibantu oleh asuransi XYZ. Namun karena asuransi XYZ pun hanya dapat menanggung Rp. 20.000.000 saja, maka asuransi XYZ melakukan proses mengasuransikan kembali (reasuransi) ke asuransi OPQ dengan membayar premi (uang yg harus dibayarkan oleh perusahaan asuransi yang ditentukan) Rp. 800.000. Asuransi XYZ sekarang menanggung Rp. 20.000.000 dan hanya membayar premi Rp. 200.000, sedangkan asuransi OPQ menanggung Rp. 80.000.000  dan membayar premi Rp. 800.000. Karena asuransi OPQ hanya dapat menanggung Rp.25.000.000 saja, maka asuransi OPQ mengasuransikan kembali ke asuransi KLM (rektosesi) yang hanya terdapat di luar negeri dan menjadi capital fligth (modal yang diterbangkan / dipindahkan ke luar negeri) dengan membayar premi sebesar Rp. 550.000. Asuransi OPQ sekarang menanggung Rp. 25.000.000 dan membayar premi Rp. 250.000, sedangkan asuransi KLM menanggung Rp.55.000.000 dan menbayar premi Rp. 550.000.

Asuransi KLM menggunakan premi yang diterima untuk membuat perusahaan manajemen investasi kemudian membuat 3 cabang perusahaan kecil yaitu perusahaan HI, XY, dan ZL. Kemudian HI membeli saham Bank M di pasar modal sebesar 20%, XY membeli saham Bank M sebesar 30%, dan ZL membeli saham Bank M sebesar 30%. Jika dijumlahkan semuanya, maka kepemilikan perusahaan manajemen investasi atas Bank M sudah lebih dari 50%, yaitu 80%. Yang beratinya pada asuransi KLM mampu mengendalikan Bank M untuk menggunakan asuransi XYZ, kemudian mengendalikan Bank M agar meminta asuransi 1 menggunakan asuransi OPQ, dan seterusnya hingga berputar kembali ke asuransi KLM secara terus-menerus.

Berkurangnya masyarakat yang ingin meminjam ke bank karena harus membayar suku bunga yang relatif tinggi. Karena Bank M bergantung kepada nasabah PT. A yaitu masyarakat yang memiliki uang lebih/surplus dan PT. B, jika nasabah B berkurang, maka Bank M harus mencari jalan keluar lain agar dapat membayar tingkat bunga (i1) yang akan diberikan kepada nasabah PT. A. Bank M pun membuka perusahaan PT. AHASS yang membeli motor dari pabrik PT Motor ( i5). Dengan bunga kredit yang murah, nasabah PT. B memilih untuk mengkredit motor melalui PT AHASS (leasing) kemudian PT Motor mengirim motor ke PT. B dan kemudian PT. B pun  melakukan pembayarannya (i4) melalui Bank M. Kemudian Bank M membuka perusahaan PT DEF yang bergerak di bidang kartu kredit dan PT. B membayar i4. Penghasilan PT AHAS dan PT DEF berasal dari i4 – i2 sehingga dapat simpulkan bahwa i1 < i4, dan i2 > i4. Peminjam ke Bank M bukan hanya personal saja tetapi juga lembaga seperti PT. Jasa Marga, PT. GORAL dan lain-lain.




Bank dan Lembaga Keuangan 2

Analisis Jurnal
Kontribusi Pasar Modal dalam Pengembangan Ekonomi

1.      Tema: Pasar Modal dalam Pengembangan Ekonomi
   Pengarang: Adewuyi I. D.
Publikasi : International Journal of Economic Development Research and Investment,   Vol. 2 No. 1; April 2011
Tahun: 2011

2.      Judul: Kontribusi Pasar Modal dalam Pengembangan Ekonomi

3.      Latar Belakang Masalah :
Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrument keuangan jangka panjang yang dapat diperjual-belikan. Pasar modal memiliki dampak yang besar pada pembangunan ekonomi suatu Negara. Pertumbuhan ekonomi merupakan proses dimana pendapatan meningkat secara  berkelanjutan dalam output aktual barang dan jasa per kapita. Laju pertumbuhan ekonomi suatu bangsa tidak terlepas dari kecanggihan keuangan pasar dan efisiensi pasar modalnya. Pembangunan ekonomi adalah proses dimana tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam suatu masyarakat tertentu yang diikuti  dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat, seperti perubahan peraturan yang berlaku dimasyarakat secara berkelanjutan selama waktu tertentu. Hal-hal yang terkait dengan pembangunan ekonomi yaitu penurunan yang cukup besar terhadap tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan ketidaksetaraan pendapatan.
 Dengan demikian penelitian jurnal ini meneliti tentang pasar modal, konsep tentang pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, faktor yang menentukan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, kerangka kerja yang mengatur pasar modal, kontribusi pasar modal terhadap pembangunan ekonomi di Nigeria.

4. Masalah
PASAR MODAL
Pasar modal merupakan pasar untuk berbagai instrument keuangan jangka panjang yang dapat diperjual-belikan. Instrumen keuangan tersebut umumnya terdiri dari surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Instrumen-instrumen tersebut disebut sebagai surat berharga karena adanya tingkat kepercayaan dan jaminan atau garansi yang diberikan kepada investor. Pentingnya pasar modal terletak pada kapasitas perantaraan keuangan untuk menghubungkan sektor defisit dengan sektor surplus ekonomi. Semua unit surplus ekonomi memiliki akses ke pasar modal tetapi tidak semua unit-unit deficit ekonomi  memiliki akses yang mudahke pasar modal. Di beberapa negara, pasar modal merupakan salah satu sumber dana terbesar bagi sektor publik dan swasta untuk membiayai beberapa proyek penting. Demikian pula, pasar yang  menyediakan landasan untuk penggabungan dan perolehan bagi perusahaan yang ingin modal usaha di gunakan untuk mempromosikan pengembangan modal usaha perusahan tersebut.
Pasar modal Nigeria dibagi menjadi pasar primer dan sekunder. Surat berharga yang dikeluarkan di pasar primer dan perusahaan menerbitkan Surat Berharga tersebut atas hasil penerimaan untuk penjualan. Pasar sekunder menyediakan sebuah forum untuk penjualan surat berharga yang ada dengan satu investor kepada investor lain. Dengan demikian, fungsi efisien dari pasar membuka jalan bagi pasar primer dengan membuat investor lebih bersedia untuk membeli surat berharga baru dalam mengantisipasi penjualan tersebut di pasar sekunder
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi merupakan proses dimana pendapatan meningkat secara  berkelanjutan dalam output aktual barang dan jasa per kapita yang dapat terjadi perubahan positif yang cukup besar dalam berbagai sektor ekonomi. Perubahan positif yang terjadi meningkatkan kesejahteraan umum masyarakat dan memastikan kenaikan berkelanjutan dalam standar hidup rakyat. Laju pertumbuhan ekonomi suatu bangsa tidak terlepas dari kecanggihan keuangan pasar dan efisiensi pasar modalnya. Laju pertumbuhan ekonomi diukur dari peningkatan pendapatan nasional riil, selama periode waktu tertentu, sedangkan Pembangunan Ekonomi tidak tidak sama dengan pertumbuhan ekonomi. Pembangunan ekonomi adalah proses dimana tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam suatu masyarakat tertentu yang diikuti  dengan perubahan-perubahan yang terjadi di masyarakat, seperti perubahan peraturan yang berlaku dimasyarakat secara berkelanjutan selama waktu tertentu. Hal-hal yang terkait dengan pembangunan ekonomi yaitu penurunan yang cukup besar terhadap tingkat kemiskinan, tingkat pengangguran, dan ketidaksetaraan pendapatan.
HUBUNGAN ANTARA PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi yang meningkat dalam jangka panjang yang akan mempengaruhi  pembangunan ekonomi. Berberapa kondisi dimana pertumbuhan ekonomi mengarah pada pembangunan ekonomi yakni kondisi yang tidak frustrasi oleh peningkatan pesat dalam ukuran populasi, pemerataan barang dan jasa di antara individu dan daerah dan kondisi dimana peningkatan produksi tidak menyebabkan pengangguran massal sebagai penghemat tenaga kerja.
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PEMBANGUNAN
 Beberapa faktor penentu pertumbuhan ekonomi dan pembangunan yaitu Sumber Daya Alam maupun Manusia dan Pemanfaatannya, Akumulasi Modal serta Kemajuan Teknologi.
KERANGKA MENGATUR PASAR MODAL
Berdasarkan relevansi pasar modal, dalam mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi, pemerintah negara yang memiliki minat dalam kinerja pasar modal.  Di Nigeria, Securities and Exchange Commission (SEC) adalah instansi pemerintah yang ditugasi untuk mengembangkan dan mengatur pasar modal Nigeria. Itu dibuat oleh Undang-Undang Nomor 71 Tahun 1979 dan kembali dinamakan sebagai Securities and Exchange Commission Keputusan Nomor 29 tahun 1988. SEC mengupayakan tujuannya dengan mendaftarkan semua operator pasar berdasarkan kecukupan modal, kompetensi dan solvabilitas sesuai dengan kriteria. Secara umum, pasar modal antara lain menyediakan platform untuk persentase lebih besar dari rakyat untuk berpartisipasi dalam perekonomian.
KONTRIBUSI PASAR MODAL TERHADAP PEMBANGUNAN EKONOMI DI NIGERIA.
Anao (1994) menyatakan bahwa perekonomian Nigeria sejak itu memperoleh manfaat dari pasar modal dengan cara berikut ini:
·         Kas: jumlah Besar dapat ditingkatkan di pasar modal tanpa batasan terkait dengan pendanaan dari bank.
·         Likuiditas dengan Karyawan: Bagi perusahaan, karyawan dapat ditawarkan insentif melalui opsi saham
·    Likuiditas bagi Investor: Menciptakan pasar umum untuk saham, meningkatkan dana pada pasar modal melalui saham hasilnya pencatatan bursa likuiditas untuk para investor.
·        Jual Saham: Penawaran harga di bursa untuk meningkatkan jual penjualan saham.
·  Kontinuitas: Untuk perusahaan dalam kelangsungan hidup dan kelangsungan sebuah perusahaan yang berdasarkan pada perjanjian yang dijamin jika pendiri perusahaan meninggalnya.
·        Kepercayaan publik: Sebuah perusahaan yang dikutip di bursa terletak keyakinan yang lebih besar dari para investor dan bank.
·      Berbagi Risiko dan Mempertahankan Pengawasan: Ada kesempatan bagi pemegang saham yang ada untuk berbagi bagian dari risiko perusahaan dengan tetap mempertahankan pengawasan perusahaan.
·     Ekspansi dan Modernisasi: Penerimaan dari masalah yang dapat digunakan untuk ekspansi dan modernisasi perusahaan.

Tabel 1: Indikator Pembangunan Pasar Modal (trend dalam kapitalisasi pasar dan NSE Nilai Indeks)


           Tabel statistik menunjukkan Turnover di Bursa di N262.9Billion naik 16,4 pada N225.8Billion pada tahun 2004. Tahun 2005, kapitalisasi pasar meningkat 5,2% untuk mengakhiri tahun di N2.9Trillion. Pencatatan Instrumen (saham dan obligasi) memberikan kontribusi sebagian besar pertumbuhan kapitalisasi pasar sepanjang tahun.
The NSE All-Share Index naik 1,01% pada 24,085.76. Indeks telah mencapai nilai tertinggi 26,221.90 tahun 2005. Tahun 2006, total nilai pasar dari 288 efek yang tercatat di Bursa meningkat sebesar 78,9% untuk berdiri di N5.12trillion pada akhir tahun. Nigeria Bursa Efek All-Share Index naik 37,2% untuk menutup tahun 2006 di 33,358.30. Ini adalah peningkatan kinerja, dibandingkan dengan pertumbuhan marjinal sebesar 1,0%tahun 2005. Kinerja Indeks All-Share mengindikasikan peningkatan harga saham sepanjang tahun. Juga, kontribusi pasar terhadap PDB meningkat dari 19,5 persen menjadi 27,6 persen sebagai hasil dari pertumbuhan kapitalisasi pasar dan perbaikan tahun 2006.
Pada tahun 2007, Kapitalisasi Pasar dari 310 efek yang tercatat pada N13.29trillion dibandingkan dengan N5.12trillion pada tahun 2006. Kombinasi iklan baru, masalah tambahan dan apresiasi harga di sektor ekuitas menyumbang banyak pertumbuhan kapitalisasi pasar. Selama tahun berjalan Pasar Kembali 74,73% atau 24,800.92 poin untuk tahun 2007 di 57,990.22 poin melawan 33,189.30 pada tahun 2006 awal. Kinerja ini indeks mencerminkan peningkatan positif dalam harga ekuitas ,terutama saham sangat dikapitalisasi.
Pengembangan pasar modal menunjukkan perbaikan yang signifikan ketika kontribusi pasar terhadap PDB meningkat dari 27,6 persen menjadi 58,2 persen pada tahun 2007. Total nilai pasar dari 299 efek yang tercatat di bursa pada tahun 2008 turun sebesar 28,1% dari N13.29trillion ke N9.56Trillion pada akhir tahun 2008. Omset di bursa di N2.4trillion atau 10,4% dari PDB naik 1,2% pada N2.1trillion (9,2 dari PDB) pada tahun 2007. Penurunan kapitalisasi pasar akibat melemahnya harga saham dan non-penerimaan Instrumen dalam pengembangan saham pemerintah federal, obligasi dll pemerintah negara selama tahun 2008. The NSE All-Share Index turun sebesar 45,8% atau 26,539.44 poin menjadi 31,450.78, pemulihan pertumbuhan rekor dari 74,73% di tahun 2007. Indeks ditutup pada 57,990.22 pada tahun 2007. Tahun 2008 tercatat nilai bersejarah 66,371.20 sebelum turun ke tingkat akhir tahunnya.

5. Metodologi

Pasar Modal Nigeria akan diperiksa dengan menggunakan sejumlah variabel. Variabel meliputi:
·         Kapitalisasi Pasar Ekuitas: ini mengukur jumlah kekayaan dipegang oleh sekuritas dan itu merupakan indikasi dari basis pasar keuangan. Kapitalisasi pasar NSE telah terus meningkat. Itu N1, 926,462.10 triliun di tahun 2004. Tapi pada 2007 itu N13.294trillion dan pada 5 Maret 2008 sebelum Crunch ekonomi dunia yang tercatat sebesar N12.640trillion.
·         Nilai perdagangan dan Likuiditas: Hal ini menunjukkan tingkat aktivitas yaitu, tingkat di mana sekuritas yang dibeli dan dijual serta likuiditas. Ini turun 50,52% pada Januari 2009.
·         Semua berbagi Index: Ini dimulai dengan nilai indeks 100 pada tahun 1984 dengan peningkatan daftar dan kegiatan keuangan. Ini mencapai 58.580 pada tahun 2008 dan melanjutkan untuk mencapai nilai tertinggi yang pernah 66.371 pada tanggal 5 Desember 2005.
·         Infrastruktur Pasar: Pengenalan pada CSCS oleh NSE telah meningkatkan efisiensi pasar. Pengenalan kliring baru dan periode penyelesaian telah meningkatkan transparansi dan membawa pasar saham sesuai dengan standar yang dapat diterima secara internasional. Hari transaksi ditambah 3 (T +3) adalah apa yang saat ini beroperasi dengan untuk membersihkan dan menetap.

6. Hasil / Kesimpulan
Pasar modal memiliki berdampak besar terhadap pembangunan ekonomi Nigeria. Hal tersebut meningkatkan secara efisien dan memberikan kesempatan untuk diversifikasi investasi. Peningkatan penyampaian dan proses penyelesaian yang mencerminkan positif pada likuiditas dari pasar modal,serta menempatkan pasar saham Nigeria pada posisi yang sama dengan beberapa bursa saham internasional yang terkemuka. Pengguna otomasi sistem kliring, penyimpanan dan penyelesaian dan transisi ke Sistem Perdagangan Otomatis (ATS) telah meningkatkan kesempatan untuk penemuan harga di pasar kami dan mengangkat efisiensi pasar secara keseluruhan. Di sisi yang sama, otomatisasi telah membuat pasar modal kita benar-benar menjadi pasar internasional yang memberikan modal  yang kuat dan dinamis pada pasar Negara tersebut yang dapat diandalkan oleh investor asing untuk manajemen portofolio yang efisien. Karena itu, pemerintah harus berusaha setiap saat untuk mengamankan makroekonomi yang stabil dan lingkungan politik yang didasarkan pada perumusan dan pelaksanaan kebijakan yang konsisten dengan tujuan pembangunan bangsa yang semestinya mengupayakan investor  dengan kebijakan yang ramah dan memastikan tingkat area lapangan bagi semua peserta di pasar modal.